Oleh: Fahrudin | Januari 30, 2009

Jenis-Jenis License Product Microsoft

Berikut coba saya publish informasi yang saya peroleh tentang jenis-jenis lisensi produk microsoft yang banyak seklai beredar di Indonesia, spt : windows, office dll. Mungkin anda yg berminat membeli product microsoft original dapat mempertimbangkan jenis lisensi apa yang pas untuk digunakan. Berikut adalah rincian-nya semoga bermanfaat :

Non Volume License

  • OEM (Original Equipment Manufacturer)
    Lisensi yang melekat pada PC/notebook. Lisensi ini tidak dapat ditransfer ke PC lain karena mencatat nomor seri prosesor atau motheboard. Jadi apabila terjadi penggantian prosesor atau motherboard, maka otomatis lisensi tersebut hilang dan harus dibeli lagi bersama dengan PC nya. License OEM ini hanya dapat diperoleh pada saat pembelian computer baru. Produk key dalam bentuk COA (certificate of authenticity) harus ditempelkan di CPU/notebook
  • FPP (Full Package Product)
    Lisensi ini melekat pada pembeli atau pemilik yaitu diri kita sendiri. COA (certificate of authenticity) tidak melekat pada CPU tetapi melekat pada box. Sehingga untuk lisensi ini pelanggan diwajibkan untuk menjaga box dan faktur pembeliannya. Apabila hardware rusak maka lisensi dapat di transfer ke PC yang lain karena license tidak melekat di hardware. Untuk harga license FPP ini lebih mahal 2-3 kali lipat dari license OEM

Volume License

  • GGWA (Get Genuine windows Agreement)
    Skema license yang tepat bagi pelanggan untuk melegalisasi operating system yang digunakan saat ini melalui program volume licensing. Minimum pembelian license ini adalah 5 license. License ini tanpa COA (Certificate of Authenticity) karena license ini melekat pada perusahaan. Pelanggan akan menerima konfirmasi pemesanan secara online. GGWA juga dapat di reorder tanpa minimum pembelian untuk selanjutnya
  • Open License
    Lisensi ini diperuntukkan bagi perusahaan skala kecil-menengah dengan penawaran harga corporate license yang tentunya lebih ekonomis dibandingkan pembelian produk retail . Minimal pembelian pertamanya adalah 5 unit dari produk aplikasi atau server atau system (bisa kombinasi). Lisensi OLP ini melekat pada perusahaan dan dapat ditransfer antar PC dalam organisasi/perusahaan yang sama. Lisensi yang dijual adalah versi terbaru misal, Windows Vista, Office 2007 tetapi memperoleh hak untuk melakukan downgrade version. Misal : Perusahaan ingin menggunakan office 2003, maka perusahaan dapat melakukan downgrade ke versi tersebut dan hanya membeli CD installer untuk office 2003. Dengan skema lisensi ini pelanggan mendapatkan kemudahan dalam melakukan manage license karena license dapat dimanage melalui online web di situs eopen.
    Skema Open License ini juga dapat dipergunakan apabila di PC client telah memiliki OS dengan skema OEM atau GGWA tetapi belum memiliki aplikasi Office atau Office yang ada masih dalan kondisi Illegal maka untuk memperoleh Office tersebut dapat diperoleh dengan skema Open License. Dengan skema open license ini apabila terjadi kerusakan pada motherboard ataupun processor license yang tidak akan hilang begitu saja tetapi dapat kembali diinstal di PC yang sama untuk OS nya sedangkan Office nya dapat juga di transfer ke PC yang lain. Skema Open License ini memiliki masa perjanjian selama 2 tahun dalam artian, user dapat melakukan re order tanpa minimum pembelian selama masa perjanjian berlangsung

Semoga Bermanfaat :)

Oleh: Fahrudin | Januari 29, 2009

Membuat Portable Software

Oke trik n tips nie mungkin dah miliaran orang yang tau. Jadi buat anda yang udah tau jangan baca ya! Buat yang belum tau mungkin agak memalukan tapi trik nie bisa di coba kok. Dalam bahasan ini saya sengaja nggak pake gambar yang mempermudah kalian buat mencobanya, saya lebih seneng kalo kalian dapet dasarnya trus ngulik sendiri jadi hasil yang di dapat cukup memuaskan karena 50% nya adalah hasil kerja kalian sendiri without me. Let’s go. . .

Tool yang harus disediakan, antara lain :

  • Do’a dan tawakal
  • Winrar v3.x keatas
  • File yang mau disatukan
  • Cemilan biar ga BT :)

How to make it, berikut ulasan detailnya :

  • Siapin file-file yang loe mau satu in ke dalam satu folder, misalkan “mIRC.exe, micr.hlp, System, Log, Download, Sound, server.inf, mirc.inf, url.inf, dsb” kedalam folder “chat”.
  • Blok semua file yang ada dalam folder tersebut, bisa dengan cara klik file awal + tekan tombol shift + klik file akhir, atau bisa dengan langsung. Itu terserah individu masing-masing.
  • Klik kanan pilih “Add to archive. . .” pasti muncul windows untuk konfigurasi sebelum meng archive file-file tersebut.
  • Pada tab “General” loe cari checklist box yang bertuliskan “Create SFX archive”, kasih checklist dan liat tulisan pada bagian “Archive name” pada bagian atas, extensi filenya menjadi .exe kan?! Sejauh itu sudha bagus dan sebenarnya sudah berhasil, namun untuk menjadi lebih asyik lanjut ke tahapan selanjutnya!
  • Pindahkan tab ke tab “Advanced” cari tombol bertuliskan “SFX options…”. Pada windows “Advanced SFX options” di tab “General” cari bagian “Path to extract” disana ada 3 pilihan. Untuk pilihan “Create in “Program Files””, itu berarti bahwa file akan di extract di c:\Program Files. Untuk pilihan “Create in current folder”, berarti
    bahwa file akan di extract di folder tempat menyimpan file .exe yang kita buat. Untuk “Absolut path” loe bisa nyimpen di folder tertentu yang jadi tempat extract file .exe nanti. Untuk contoh pilih aja “Create in current folder”.
  • Lihat ke bagian bawahnya, disana ada dialog box bertuliskan “Run after extraction” maksudnya adalah setelah kita meng extract file .exe kita program mana yang akan di jalankan (dengan catatan program tersebut harus termasuk pada list program yang ada dalam file
    .exe kita). Misalkan mIRC.exe (disini gw coba untuk program mirc yang telah di instal biasa ke komputer supaya bisa jadi portable alias bisa di bawa kemana-mana tanpa instalasi lagi).
  • Kemudian pada windows yang sama pilih tag “Advanced” cari tombol “Add shortcut” kalo kalian punya shortcut pada file yang akan kita buat .exe ketikan aja nama file shortcutnya misalkan “L”, pada bagian radio buttonnya kalian pilih salah satu dimana tempat shortcut itu akan di simpan, pilihannya ada di “Desktop, Start Menu, Start Menu/Program, atau pada Startup” pilih sesuai kebutuhan lalu klik OK
  • Kemudian langsung menuju tab “Text and icon” pada bagian “Title to SFX windows” yaitu untuk tampilan text yang akan muncul pada bagian atas windows ketika meng-extract. Pada bagian “Load SFX icon from the file” klik pada tombol “Browse” kemudian pilih icon yang termasuk pada file yang akan kamu bikin .exe misalkan sebagain contoh gw pilih “L.ico”
  • Setelah itu klik Ok maka tampilan akan kembali ke bagian windows “Archive name and parameters” klik tombol Ok, dan loe dah bikin file mirc portable dengan beberapa file dalam satu file .exe tersebut dan dapat di bawa kemana-mana tanpa instalasi lagi (portable).

Sumber : http://maoels.wordpress.com/2008/09/09/membuat-master-instalasi

Oleh: Fahrudin | Desember 10, 2008

Instalasi Font Windows (.ttf) Di Linux

Bagi anda pengguna windows yang mulai beralih untuk menggunakan linux, mungkin ada sedikit ganjalan mengenai font yang sudah terbiasa anda pakai di windows untuk mengetik surat, editing dsb. Nah berikut ini saya tuliskan tip yang berfungsi untuk merealisasikan hal tersebut. Dengan kata lain jika anda mempunyai font-font favorit di windows maka anda juga bisa menggunakannya di distro linux kesayangan anda.

Berikut ini tipsnya :

  • Buat folder myfonts di /usr/share/fonts/
    Ketikkan perintah : mkdir /usr/share/fonts/myfonts
  • Copykan semua font di windows dengan extensi .ttf ke folder myfonts tersebut
  • Aktifkan font tersebut di linux anda
    Ketikkan perintah : fc-cache -f

Selamat mencoba :) tips ini sudah saya praktekan dan berhasil di Linux Fedora Core 7

Oleh: Fahrudin | Desember 9, 2008

Safe Mode Option

Untuk menggunakan opsi boot yang aman, ikuti langkah berikut:

  1. Restart your computer and start pressing the F8 key on your keyboard. On a computer that is configured for booting to multiple operating systems, you can press the F8 key when the Boot Menu appears.
    Artinya : Restart komputer Anda dan mulai menekan tombol F8 pada keyboard Anda.
    Pada komputer yang dikonfigurasi untuk boot untuk beberapa sistem operasi, Anda dapat menekan tombol F8 ketika boot Menu muncul.
  2. Select an option when the Windows Advanced Options menu appears, and then press ENTER.
    Artinya : Pilih salah satu pilihan ketika Windows Pilihan Lanjutan menu muncul, dan kemudian tekan ENTER.
  3. When the Boot menu appears again, and the words “Safe Mode” appear in blue at the bottom, select the installation that you want to start, and then press ENTER.
    Artinya : Ketika boot menu muncul lagi, dan kata-kata “Safe Mode” muncul di biru di bagian bawah, pilih instalasi yang Anda ingin memulai, dan kemudian tekan ENTER.

Berikut ini adalah menu yang muncul disaat menekan tombol F8 setelah komputer restart :

Windows Advanced Options Menu
Please select an option:

Safe Mode
Safe Mode with Networking
Safe Mode with Command Prompt

Enable Boot Logging
Enable VGA mode
Last Known Good Configuration (your most recent settings that worked)
Directory Services Restore Mode (Windows domain controllers only)
Debugging Mode

Start Windows Normally
Reboot
Return to OS Choices Menu

Use the up and down arrow keys to move the highlight to your choice.

Keterangan / Penjelasan :

  • Safe Mode (SAFEBOOT_OPTION=Minimal): This option uses a minimal set of device drivers and services to start Windows.
    Artinya : Pilihan ini menggunakan minimal set driver perangkat dan layanan untuk menjalankan Windows.
  • Safe Mode with Networking (SAFEBOOT_OPTION=Network): This option uses a minimal set of device drivers and services to start Windows together with the drivers that you must have to load networking.
    Artinya :  Pilihan ini menggunakan minimal set driver perangkat dan layanan untuk menjalankan Windows bersama dengan pembalap yang harus Anda harus memuat jaringan.
  • Safe Mode with Command Prompt (SAFEBOOT_OPTION=Minimal(AlternateShell)): This option is the same as Safe mode, except that Cmd.exe starts instead of Windows Explorer.
    Artinya :  Pilihan ini sama dengan Safe Mode, kecuali yang Cmd.exe mulai bukan Windows Explorer.
  • Enable VGA Mode: This option starts Windows in 640 x 480 mode by using the current video driver (not Vga.sys). This mode is useful if the display is configured for a setting that the monitor cannot display
    Artinya : Pilihan ini dimulai Windows dalam modus 640 x 480 dengan menggunakan driver video saat ini (tidak Vga.sys).
    Mode ini berguna jika dikonfigurasi untuk menampilkan pengaturan yang tidak dapat memantau layar.Note Safe mode and Safe mode with Networking load the Vga.sys driver instead.
    Artinya : Safe Mode dan Safe Mode dengan Jaringan Vga.sys memuat driver.
  • Last Known Good Configuration: This option starts Windows by using the previous good configuration.
    Artinya : Pilihan ini dimulai dengan menggunakan Windows sebelumnya baik konfigurasi.
  • Directory Service Restore Mode: This mode is valid only for Windows-based domain controllers.
    Artinya :  Mode ini hanya berlaku untuk Windows berbasis domain kontrol.
    This mode performs a directory service repair. Mode ini melakukan sebuah direktori layanan perbaikan.
  • Debugging Mode: This option turns on debug mode in Windows. Mode debug: Pilihan ini ternyata pada mode debug pada Windows. Debugging informasi dapat dikirim di seluruh serial kabel ke komputer lain yang sedang berjalan debugger. This mode is configured to use COM2. Mode ini dikonfigurasi untuk menggunakan COM2.
  • Enable Boot Logging: This option turns on logging when the computer is started with any of the Safe Boot options except Last Known Good Configuration.
    The Boot Logging text is recorded in the Ntbtlog.txt file in the %SystemRoot% folder.
    Artinya :  Pilihan ini ternyata logging pada saat komputer dimulai dengan salah satu pilihan kecuali Aman Boot Terakhir Dikenal Baik Konfigurasi.

    Boot Logging teks yang akan direkam dalam Ntbtlog.txt file dalam folder% SystemRoot%.
  • Starts Windows Normally: This option starts Windows in its normal mode.
    Artinya : Pilihan ini dimulai Windows di modus normal.
  • Reboot: This option restarts the computer.
    Artinya : Pilihan ini restart komputer.
  • Return to OS Choices Menu: On a computer that is configured to starting to more than one operating system, this option returns to the Boot menu.
    Artinya : Pada komputer yang dikonfigurasi untuk mulai ke lebih dari satu sistem operasi, pilihan ini kembali ke menu Boot.

Sumber :

http://support.microsoft.com/kb/315222

dan diterjemahkan oleh :

http://translate.google.com

Oleh: Fahrudin | Desember 4, 2008

Direct Domain

Berawal dari rasa penasaran saya ketika mengunjungi beberapa blog yang me-redirect domainnya ke blog wordpress yang mereka buat dan tentunya ter-update secara konten. Dan mungkin satu alasan lagi yakni tidak mau pusing memaintenance lebih dari satu blog dialamat yang berbeda. Saya jadi terpicu untuk mencari artikel itu di tongkrongan favorit saya yakni mbah google … jreng ketemu deh solusinya disini :) dan ternyata kalau boleh dibilang itu bukan me-redirect alamat domain ataupun mem-forwardnya namun setalah saya analisa ternyata menambahkan 1 frame di halaman index.htm / index.php diman frame tersebut adalah perintah untuk memanggil secara full isi content dari blog / website lain yang sudah dibuat sebelumnya.

Nah disini saya membuat contoh saya akan membuat sub domain pada website saya dengan alamat http://ictblog.fachrudin.web.id dan saya ingin isi tampilannya itu merupakan blog dari http://informatixs.wordpress.com dimana blog ini merupakan kumpulan artikel yang pernah saya dapat dari internet maupun hasil dari kreatifitas saya sendiri. Hal ini saya buat berkaitan dengan posting saya disini.

Nah untuk kelanjutannya langsung saya ya … :) ikuti step-step berikut :

  1. Buat file index.html atau index.php (pilih salah satu lah yang paling disukai) di File Manager dari Cpanel kesayangan anda
  2. Edit file tersebut, dan isikan script berikut :<html>
    <head>
    <title>ICT Blog | Information & Communication Technology Notes</title>
    <link rel=”SHORTCUT ICON” href=”http://www.fachrudin.web.id/images/smiley.gif” type=”image/x-icon”><meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″>
    </head>

    <frameset rows=”0,*” cols=”*” framespacing=”0″ frameborder=”NO” border=”0″>
    <frame src=”" name=”topFrame” scrolling=”NO” noresize >
    <frame src=”http://informatixs.wordpress.com” name=”mainFrame”>
    </frameset>
    <noframes><body>

    </body></noframes>
    </html>

  3. Setelah itu simpan filenya.
  4. Oh iya jangan lupa ubah isi dari “<link rel …>” dan “<frame src=”http://informatixs.wordpress.com” name=”mainFrame”>” sesuai blog / web yang ingin anda tampilkan. Nanti malah blog saya yang muncul.

Sumber : http://asruldinazis.wordpress.com/2008/09/18/tutorial-blog-direct-domain/

Tulisan Sebelumnya »

Kategori